Saham Indo Tambangraya Megah per Senin (09/11/2020) diparkir di harga Rp 8.575. Saham ini termasuk saham yang cukup besar mengalami fluktuasi sejak melantai di Bursa Efek Indonesia. Bila melihat tren harga sejak 2007, harga saham ITMG mencapai Rp 18.900 per lembar. Harga saham ini meningkat sampai Rp 35.000 lalu terkoreksi hingga Rp 7.150. Saham ini mencapai harga tertingginya pada 2010 di harga Rp 53.350 per lembar saham dan harga terendahnya di Rp 4.790 per lembar saham pada 2016. Secara year to date, harga saham ITMG sudah terkoreksi hingga 25,27%.

Emiten dari sub sektor batu bara ini adalah salah satu perusahaan yang membagikan dividen jumbo dalam beberapa tahun terakhir. Dilansir dari RTI, dividen payout ratio (DPR) ITMG selalu melebihi 80% sejak 3 tahun terakhir. Bahkan pada tahun 2017 dan 2018, DPR ITMG mencapai lebih dari 100% dan dividen yield per 2020 mencapai 14,87%. Kalau begitu, mengapa harga ITMG bisa terkoreksi cukup dalam? 

 

Ada banyak faktor yang membentuk harga saham. Secara fundamental, salah satu faktor yang mempengaruhi koreksi harga saham ITMG adalah penurunan harga batu bara di pasar dunia. Per Mei 2020, harga batu bara terkoreksi cukup besar dari $73,28 per ton ke $48,02 per ton. Hal ini diperparah dengan meluasnya pandemi Covid-19 yang menyebabkan perlambatan ekonomi sehingga menekan konsumsi batu bara secara global. Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang komoditas, salah satu risiko terbesar yang dihadapi perusahaan adalah fluktuasi harga komoditas yang menjadi bisnis utama perusahaan tersebut. Hal ini terjadi karena perusahaan bertindak sebagai price taker sehingga pendapatan perusahaan sangat bergantung pada faktor eksternal. Hal ini menyebabkan pada umumnya, harga saham perusahaan komoditas memiliki korelasi positif signifikan dengan harga komoditasnya. 

Faktor fundamental lainnya bergantung pada strategi manajemen dalam mengelola dampak eksternal terhadap perusahaan. Apabila manajemen mampu meyakinkan investor mengenai strategi perusahaan, maka kepercayaan investor dapat meningkat dan mendorong investor untuk kembali berinvestasi pada ITMG. 

Valuasi ITMG

Pada dasarnya pembentukan harga saham sangat bergantu pada subjektivitas investor yang memandang apakah perusahaan tersebut dapat menghasilkan keuntunggan atau tidak. Lebih dari itu, berbagai pertimbangan lain seperti keberlanjutan bisnis, risiko kebangkrutan, kinerja manajemen dan analisis ekonomi secara keseluruhan membentuk persepsi investor terhadap harga saham tertentu. Hal ini akan disesuaikan juga dengan preferensi risiko dan tujuan keuangan setiap investor. Oleh karena itu, ekpektasi harga setiap investor akan berbeda-beda dan ini akan membuat bursa terus berjalan setiap harinya. 

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk memperkirakan harga saham adalah dividen discount model. Pendekatan ini digunakan untuk mengestimasi keuntungan investor apabila membeli saham saat ini dan menyimpannya untuk menikmati dividen perusahaan tersebut. Dengan membandingkan ekspektasi dividen yang akan dibagikan perusahaan setiap tahunnya dan mengkalibrasinya dengan biaya modal, ekspektasi keuntungan invesatasi dan pertumbuhan dividen, seseorang dapat memperkirakan harga saham yang cocok untuk perusahaan tersebut. 

 

Beberapa asumsi yang digunakan dalam perhitungan tersebut adalah:

1. Risk-free rate yang digunakan adalah 6,3%. Hal ini setara dengan nilai imbal hasil yang ditawarkan
    Saving Bond Ritel yang dijamin oleh negara.

2. Market return yang digunakan adalah 17,6%. Hal ini setara dengan rata-rata keuntungan IHSG
    dari tahun 1984-2017.

3. Beta perusahaan menggunakan data yang tersedia dari Yahoo Finance.

4. Rata-rata pertumbuhan dividen dilakukan dengan merata-rata pertumbuhan saham dari 2017
    2019. Pertumbuhan dari 2019-2020 tidak digunakan karena dianggap merupakan periode
    istimewa dimana terjadi pandemi yang tidak akan terulang di masa depan.

5. Nilai dividen awal yang dihitung dengan diskonto adalah dividen tahun 2020. Hal ini dikarenakan
    pertumbuhan perusahaan akan berlanjut dari kondisi saat ini setelah terdampak pandemi.

Berdasarkan pendekatan dividend discount model, harga wajar saham ITMG ada pada angka Rp 33.302,-. Dibandingkan dengan harga saat ini, saham ITMG masih tergolong undervalued. Nilai ini dapat terus disesuaikan dengan variabel-variabel lain yang ingin digunakan investor dalam memperkirakan harga saham. 

Wah, ternyata harga ITMG masih jauh dari harga wajar. Kalau menurutmu, ITMG bisa kembali ke harga wajar enggak nih?

 

Disclaimer:

1. Perhitungan ini tidak ditujukan untuk mendorong individu atau kelompok untuk membeli saham
    tertentu.

2. Model tersebut dihitung menggunakan asumsi dimana apabila data sesungguhnya tidak sesuai
    dengan asumsi, maka nilai akhir dapat berubah.

3. Analisis fundamental dapat berguna secara efektif pada pasar modal yang memiliki efisiensi
    tinggi. Semakin tidak efisien pasar modal, maka semakin tinggi variasi yang mungkin timbul
    antara hasil analisis dengan keadaan sesungguhnya.

4. Harga saham sesungguhnya dapat dipengaruhi oleh lebih banyak variabel diluar dari variabel  
    yang digunakan pada perhitungan ini.

 

Sumber:

1. https://www.theglobaleconomy.com/Indonesia/Stock_market_return/

2. https://www.kemenkeu.go.id/sbr

3. https://finance.yahoo.com/quote/ITMG.JK/

4. https://tradingeconomics.com/commodity/coal

 

Putu Dharma

Universitas Gadjah Mada

Peserta Magang Online


Beri Komentar

Silahkan login untuk memberikan komentar

0 Komentar

Belum ada komentar