Kenali Instrumen Investasi yang High Risk High Return!

| 2020-12-11 18:46:12

Dalam dunia investasi, sudah tidak asing lagi dengan kalimat ‘high risk high return’. Apakah itu? Secara garis besarnya adalah semakin besar harapan kamu untuk mendapatkan imbal hasil atau keuntungan, semakin besar juga risiko yang akan kamu tanggung dari apa yang sudah kamu investasikan. Setiap investor diwajibkan untuk mempertimbangkan tingkat risiko yang akan ditanggung dan berapa keuntungan yang diperoleh dimasa yang akan datang. Lalu instrumen investasi apa yang masuk kedalam kategori High Risk High Return? Yuk simak penjelasan dibawah ini:

SAHAM. Saham memiliki karakteristik risiko yang sangat tinggi, namun tingkat pengembaliannya tinggi pula. Banyak yang terjun ke dunia investasi dan memilih saham untuk mengelola perencanaan keuangannya. Namun, sangat tidak dianjurkan untuk investor pemula mengambil saham-saham yang memiliki risiko yang tinggi seperti saham-saham third liner. Ya, dalam investasi saham, investor harus benar-benar memahami saham apa yang akan dibelikan. Untuk memudahkan para investor untuk mengidentifikasi saham, terdapat pengelompokkan saham menurut marketcapital-nya. Hal ini dapat disebut kapitalisasi, yaitu besarnya nilai dari suatu perusahaan berdasarkan harga yang dipengaruhi oleh investor. Yuk simak penjelasan dibawah ini mengenai kelompok saham berdasarkan kapitalisasinya, yaitu:

BLUECHIP / FIRST LINER

Yang pertama adalah saham-saham yang berkapitalisasi besar. Biasanya produk-produk dari perusahaan ini sudah tidak asing lagi ditelinga kita seperti Indofood, Unilever, BCA, BRI, Telkom, Astra, dan lain-lain. Dalam hal ini saham-saham first liner memiliki kapitalisasi yang nilainya lebih dari 50 Triliun Rupiah, sehingga menjadi ‘market leader’ di bidangnya. Investor memilih berinvestasi di saham-saham bluechip untuk tujuan keuangan jangka panjang.

SECOND LINER

Diposisi kedua ada second liner. Apakah itu? Ya, pada second liner ini terdiri dari saham-saham yang sedang bertumbuh perusahaannya. Jika dilihat dari fundamental perusahaan, saham-saham yang ada di second liner bisa dikatakan cukup baik. Kapitalisasi pada second liner adalah 1 sampai dengan kurang dari 50 Triliun Rupiah. Perlu diketahui, pergerakan dari harganya pun lebih fluktuatif atau naik turun. Contoh saham-saham second liner adalah Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), XL Axiata Tbk (EXCL), Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), Mayora Indah Tbk (MYOR), dan lain sebagainya.

THIRD LINER

Karena saham-saham third liner memiliki kapitalisasi yang kecil yaitu dibawah 1 Triliiun, banyak yang menyebutnya ‘saham gorengan’. Loh kenapa? Kok di sebutnya gitu? Emang saham itu sama dengan gorengan harganya? Ya, bisa dibilang seperti itu. Jika kita memiliki dana yang cukup besar, kita akan lebih memungkinkan untuk mempengaruhi harga saham itu. Untuk harganya sendiri memang sangat murah. Saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia memiliki harga terendah yaitu Rp 5.000 per lotnya. Dan pastinya secara fundamental, perusahaan-perusahaan ini fundamentalnya bisa dikatakan tidak baik. Biasanya saham-saham seperti ini ditunjukkan dengan harga yang sangat volatile atau bisa artikan naik turunnya bisa mencapai 10% bahkan lebih dalam sehari, namun volume perdagangan sangat jarang. Biasanya third liner sangat disukai oleh para trader harian (day trader).

Salam anak muda sukses berinvestasi!

Referensi:

Tandelilin, E. 2010. Portofolio dan Investasi: Teori dan Aplikasi. Kanisius. Yogyakarta.

---

Thesalonika Vivian Nugroho


Beri Komentar

Silahkan login untuk memberikan komentar

0 Komentar

Belum ada komentar