Kenali Bahaya Latte Effect!!!

| 2020-12-03 18:41:45

Millennials tentunya udah ngga asing lagi dong sama yang namanya nongkrong di coffee shop kekinian, entah cuma sekedar ngopdar, ngerjain tugas, atau mungkin mencari spot foto yang instagramable. Sekarang dengan kemudahan teknologi, pesan makanan maupun minuman tinggal klik via aplikasi lalu diantar kerumah, kampus maupun ke kantor. Nah bisa jadi itu  Latte Effect temen-temen nih. Apa sih latte effect itu? Kok baru denger istilah ini ya? Istilah ini yang mengacu ke pengeluaran rutin untuk hal-hal kecil yang tidak penting yang tanpa disadari justru menjadi penyebab kantong cepet kering. 

Latte effect itu kebiasaan minum kopi (latte) di coffee shop lima kali sehari. Sebelum ke kantor menyeruput latte dulu, jam 10.30 latte lagi, setelah makan siang latte, sebelum pulang latte, bahkan sebelum tidur latte lagi. Padahal sebenernya kalau kebiasaan nge-latte-nya bisa dikurangi, cukup 2 kali sehari misalnya. Selain baik untuk kesehatan, pengurangan pengeluaran untuk 3x nge-latte-nya ini bisa dikumpulin dan diinvestasikan loh temen-temen. Sebenernya latte effect itu hanya sebuah kiasan,  latte effect di dunia nyata contohnya beli gadget keluaran terbaru biar dikata kekinian  padahal hp yang lama masih berfungsi dengan baik, langganan majalah, hangout bareng temen sampai koleksi jilbab maupun ootd. Termasuk latte effect yang mana nih punyamu??

Lalu gimana cara mengendalikan latte effect ini??  jawabannya adalah  pay yourself first artinya bayar dirimu sendiri untuk masa depan. Dalam buku yang berjudul Automatic Millionaire yang sejalan dengan perencanaan kemakmuran dari kisah Nabi Yusuf  menyatakan bahwa “Anda tidak akan menjadi millionaire kalau tidak membuatnya automatic!!”. Jadi, pengaturan keuangan sangat penting dilakukan, dan harus dibuat otomatis. Cara terbaik ketika terima uang bulanan (gaji maupun dari orang tua) adalah sebelum dikonsumsi, langsung dibikin automatic (ada akun untuk investasi). Alokasi investasi tentunya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu misal 2,5% , 10%,  sampai 15% dari total pemasukan. Yuk temen-temen mulai sekarang lakukan alokasi otomatis untuk membayar masa depan dengan mengevaluasi pengeluaran kecil rutin tetapi mudarat (tidak bermanfaat) ini, supaya masa depan kita aman dan terkendali.

 

 

Referensi:

https://www.kompas.com/tren/read/2020/01/06/061500265/waspadai-latte-factor-pengeluaran-kecil-yang-membuat-keuangan-tekor?page=all

https://www.bareksa.com/berita/belajar-investasi/2020-09-24/kendalikan-bahaya-latte-effect-ikuti-tips-keuangan-ini


Beri Komentar

Silahkan login untuk memberikan komentar

0 Komentar

Belum ada komentar